Selasa, 30 Oktober 2012

Makalah Pendidikan Kewarganegaraan


ABSTRAK
Pendidikan moral terdiri dari dua kata, yaitu pendidikan dan kewarganegaraan. Pendidikan kewarganegaraan dijadikan bahan dalam  pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Banyak pengertian pendidikan menurut para ahli. Diantara banyak pengertian tersebut diketengahkan sebagai berikut :
1.    Menurut UU SISDIKNAS No.20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 mengatakan: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
2.    Menurut Carter V. Good (1997) “Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan perilaku yang berlaku dalam masyarakatnya”.
3.    Menurut Godfrey Thomson(1977) mengatakan : “Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan yang tetap di dalam kebiasaan tingkah lakunya, pikirannya dan perasaannya.
Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa : Pendidikan mengandung tujuan yang ingin dicapai, yaitu membentuk kemampuan individu mengembangkan dirinya yang kemampuan-kemampuan dirinya berkembang sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidupnya sebagai seorang individu, maupun sebagai warga negara dan warga masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan perlu melakukan usaha yang dilakukan secara sengaja dan terencana untuk memilih materi, strategi, kegiatan, dan teknik pendidikan yang sesuai.
Kegiatan pendidikan dapat diberikan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat berupa pendidikan melalui jalur sekolah dan pendidikan jalur luar sekolah.
 Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.
Agar pendidikan moral seperti dikemukakan di atas dapat diimplementasikan dan tercapai sesuai harapan bangsa diperlukan rasa memiliki (sense of belonging) dasar konsep pendidikan moral, diperlukan  rasa solidaritas yang tinggi terhadap sesama (sense of solidarity) , dan diperlukan rasa bertanggung jawab (sense of responsibility) terhadap dasar konsep pendidikan moral itu sebagai bahan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk mengamalkan nilai-nilai luhur pancasila.
Makna dari Pendidikan Kewarganegaraan adalah bertujuan untuk membantu peserta didik untuk mengenali nilai-nilai dan menempatkannya secara integral dalam konteks keseluruhan hidupnya. Pendidikan semacam ini semakin penting dan menempati posisi sentral karena tingkat kadar persatuan dan kesatuan terutama yang berkaitan dengan kesadaran akan nilai-nilai dalam  masyarakat akhir-akhir ini cenderung semakin memudar.
Sesungguhnya pendidikan nilai itu adalah pemanusiaan manusia. Manusia hanya menjadi manusia bila ia berbudi luhur, berkehendak baik, serta mampu mengaktualisasikan diri dan mengembangkan budi, dan kehendaknya secara jujur baik di keluarga, di masyarakat dan di lingkungan dimana ia berada.
Ada gejala bahwa pendidikan dalam pengajaran ditekakankan segera untuk memperoleh keterampilan. Keterampilan memang bermanfaat untuk jangka pendek, tetapi melupakan pembinaan sikap sebagai manifestasi pendidikan moral yang justru diperlukan bagi pembinaan hidupnya. Akibatnya peserta didik berlomba-lomba berlatih dalam bidang tertentu demi sukses pribadi tanpa memikirkan efek samping dan akibat yang ditimbullkannya.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Pada hakekatnya pendidikan adalah upaya sadar dari suatu masyarakat dan pemerintah suatu negara untuk menjamin kelangsungan hidup dan kehidupan generasi penerusnya. Selaku warga masyarakat, warga bangsa dan negara, secara berguna dan bermakna serta mampu mengantisipasi hari depan mereka yang selalu berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya, bangsa, negara dan hubungan international, maka pendidikan tinggi tidak dapat mengabaikan realita kehidupan yang mengglobal yang digambarkan sebagai perubahan kehidupan yang penuh dengan paradoksal dan ketidakketerdugaan.
Pendidikan kewarganegaraan sangatlah penting untuk dipelajari oleh semua kalangan. Oleh sebab itu, pendidikan Nasional Indonesia menjadikan pendidikan kewarganegaraan sebagai pelajaran pokok dalam lima status. Pertama, sebagai mata pelajaran di sekolah. Kedua, sebagai mata kuliah di perguruan tinggi. Ketiga, sebagai salah satu cabang pendidikan disiplin ilmu pengetahuan sosial dalam kerangka program pendidikan guru. Keempat, sebagai program pendidikan politik yang dikemas dalam bentuk Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Penataran P4) atau sejenisnya yang pernah dikelola oleh Pemerintah sebagai satuan crash program. Kelima, sebagai kerangka konseptual dalam bentuk pemikiran individual dan kelompok pakar terkait
Serta kewarganegaraan merupakan hal yang sangat penting di dalam suatu negara. Tanpa status kewarganegaraan seorang warga negara tidak akan diakui oleh sebuah negara. Dan dalam makalah ini kami akan sedikit menjelaskan tentang masalah kewarganegaraan, agar warga negara Indonesia paham dan mengerti apa itu kewarganegaraan. Hal ini disebabkan karena di era sekarang ini banyak warga negara yang tidak mengetahui dan memahami tentang kewarganegaraan.
Dalam kehidupan kampus di seluruh perguruan tinggi Indonesia, harus dikembangkan menjadi lingkungan ilmiah yang dinamik, berwawasan budaya bangsa, bermoral keagamaan dan berkepribadian Indonesia.
Perjalanan panjang sejarah Bangsa Indonesia sejak era sebelum dan selama penjajahan, dilanjutkan era merebut dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan mengisi kemerdekaan menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda-beda sesuai dengan zamannya. Kondisi dan tuntutan yang berbeda-beda diharapkan bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilai-nilai kejuangan bangsa yang dilandasi jiwa, tekad dan semangat kebangsaan. Semangat perjuangan bangsa yang tidak mengenal menyerah harus dimiliki oleh setiap warga negara Republik Indonesia.
Semangat perjuangan bangsa mengalami pasang surut sesuai dinamika perjalanan kehidupan yang disebabkan antara lain pengaruh globalisasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), khususnya dibidang informasi, komunikasi dan transportasi, sehingga dunia menjadi transparan yang seolah-olah menjadi kampung sedunia tanpa mengenal batas negara. Kondisi yang demikian menciptakan struktur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia serta mempengaruhi pola pikir, sikap dan tindakan masyarakat Indonesia.
Semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam mengisi kemerdekaan dan menghadapi globalisasi. Warga negara Indonesia perlu memiliki wawasan dan kesadaran bernegara, sikap dan perilaku, cinta tanah air serta mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka bela negara demi utuh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

1.2  Identifikasi Masalah
Dalam tugas kelompok ini kami memiliki empat rumusan masalah, yaitu :
a.       Apakah pengertian pendidikan?
b.      Apakah pengertian dari kewarganegaraan?
c.       Apakah asas dan unsur dari kewarganegaraan?
d.      Atas dasar apakah seseorang dapat dikatakan sebagai warga negara?
e.       Apakah tugas dan kewajiban warga negara serta pemerintah?
1.3  Tujuan Penuliasan Makalah
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
a.       untuk memberikan pengertian kepada mahasiswa tentang pengetahuan dan kemampuan dasar yang berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta sebagai bekal, agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan Negara.
b.      Agar para mahasiswa memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajibannya secara santun, jujur dan demokratis dan ikhlas. Memupuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kejuangan, patriotisme, cinta tanah air dan rela berkorban bagi bangsa dan negara. Menguasai pengetahuan dan memahami aneka ragam masalah dasar kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang akan diatasi dengan pemikiran berdasarkan pancasila, wawasan nusantara dan ketahanan nasional secara kritis dan betanggung jawa





1.4  Ruang Lingkup
a.      Pendidikan
Makalah tentang kewarganegaraan bisa dijadikan pembelajaran dalam pendidikan untuk menambah ilmu pengetahuan kita sebagai mahasiswa, karena makalah ini sangat penting dalam mengetahui status kewarganegaraan seorang warga.
b.      Sosial
Makalah yang kami buat ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar untuk memberi pengetahuan tentang pentingnya sebuah kewarganegaraan dalam kehidupan bernegara.
1.5  Teknik Penulisan
Metode yang digunakan pemakalah dalam penyusunan makalah ini dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan referensi dan buku-buku dan internet sebagai landasan teoritis mengenai masalah yang akan diselesaikan.











BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pendidikan
Pendidikan merupakan sebuah kata yang sangat familiar kita dengarkan di dalam hidup sehari-hari, sebab pendidikan merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh hampir semua orang dari lapisan masyarakat.
Pendidikan sebagai sesuatu yang penting memang tidak terlepas dari banyaknya pendapat dan  asumsi tentang arti dan definisi pendidikan yang sebenarnya. Pada artikel kali ini saya bermaksud menuliskan pendapat para ahli mengenai pendidikan yang tentunya berbeda-beda tergantung pada persepsi masing masing. Artikel ini tentunya akan membuka pikiran kita tentang bagaimana menyikapi pendidikan.
2.1.1        Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli
a.      Pengertian Pendidikan Menurut Prof. Herman H. Horn
Pendidikan adalah proses abadi dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisk dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari manusia.
b.      Pengertian Pendidikan Menurut M.J. Langeveld
Pendidikan adalah setiap pergaulan yang terjadi antara orang dewasa dengan anak-anak merupakan lapangan atau suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung.


c.       Pengertian Pendidikan Menurut Prof. Dr. John Dewey
Pendidikan adalah suatu proses pengalaman. Karena kehidupan adalah pertumbuhan, pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan  ialah proses menyesuaikan pada tiap-tiap fase serta menambahkan kecakapan di dalam perkembangan seseorang.
d.      Pengertian Pendidikan Menurut Prof. H. Mahmud Yunus
Pendidikan adalah usaha-usaha yang sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak dengan tujuan peningkatan keilmuan, jasmani dan akhlak sehingga secara bertahap dapat mengantarkan si anak kepada tujuannya yang paling tinggi. Agar si anak hidup bahagia, serta seluruh apa yang dilakukanya menjadi bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.
e.       Pengertian Pendidikan Menurut Wikipedia
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
f.        Pengertian Pendidikan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991)
Pendidikan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai objek-objek tertentu dan spesifik. Pengetahuan tersebut diperoleh secara formal yang berakibat individu mempunyai pola pikir dan perilaku sesuai dengan pendidikan yang telah diperolehnya.


2.2      Pengertian Kewarganegaraan
Kewarganegaraan ialah setiap orang yang menurut undang-undang kewarganegaraan termasuk warga negara. Berdasarkan Undang-Undang Dasar pasal 26 menyatakan bahwa warga negara adalah sebagai berikut:
·         Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
·         Seseorang dapat menjadi kewarganegaraan negara Indonesia karena faktor-faktor sebagai berikut :
1)      Karena kelahiran.
2)      Karena pengangkatan.
3)      Karena dikabulkannya permohonan.
4)      Karena pewarganegaraan.
5)      Karena perkawinan.
6)      Karena turut ayah dan atau ibu
Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan atau berdasarkan perjanjian pemerintah RI dengan negara lain sebelum UU ini berlaku sudah menjadi warga negara Indonesia. Adapun bukti menjadi warga negara adalah sebagai berikut :
1)      Akta kelahiran
2)      Surat bukti kewarganegaraan (kutipan pernyataan sah buku catatan pengangkatan anak asing)
3)      Surat bukti kewarganegaraan (petikan keputusan Presiden) karena permohonan atau pewarganegaraan.
4)       Surat bukti kewarganegaraan (surat edaran menteri kehakiman) karena pernyataan
2.3      Asas dan Unsur dari Kewarganegaraan
2.3.1        Asas Kewarganegaraan
Ada dua macam sisi asas kewarganegaraan, yaitu :
a.       Dari sisi kelahiran : ius soli dan ius sanguinis
 Ius soli            : pedoman kewarganegaraan yang berdasarkan tempat atau daerah kelahiran.
Ius sanguinis   : berdasarkan darah atau keturunan.
b.      Dari sisi perkawinan : asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat serta paradigma keluarga sebagai inti masyarakat yang tidak terpecah dan paradigma kesamaan kedudukan suami isteri.

2.3.2        Unsur Kewarganegaraan
Unsur yang menentukan kewarganegaraan antara lain :
a.       Unsur darah keturunan (Ius Sanguinis).
b.      Unsur daerah tempat kelahiran (Ius Soli).

2.3.3        Kewarganegaraan Republik Indonesia
Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang yang diakui oleh UU sebagai warga negara Republik Indonesia. Kepada orang ini akan diberikan Kartu Tanda Penduduk, berdasarkan Kabupaten atau Provinsi, tempat ia terdaftar sebagai penduduk/warga. Kepada orang ini akan diberikan nomor identitas yang unik (Nomor Induk Kependudukan, NIK) apabila ia telah berusia 17 tahun dan mencatatkan diri di kantor pemerintahan.
Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah :
a.       setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI
b.      anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI
c.       anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga negara asing (WNA), atau sebaliknya
d.      anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut
e.       anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI
f.        anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI
g.      anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin
h.      anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
i.        anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui
j.        anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya
k.      anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu WNI, yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan
l.        anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.
    Selain itu, diakui pula sebagai WNI bagi :
a.       anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun dan belum kawin,diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing
b.      anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan
c.       anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah RI, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia
d.      anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh WNI.

2.4      Tugas serta Kewajiban Warganegara dan Pemerintah
Setiap warga negara adalah sama kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan, tidak pilih kasih. Gagasan tentang persamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan sebenarnya sudah ada sejak berabad yang lalu. Sikap WNI, WNA dan Pemerintah dalam Menjalankan Tugas, Kewajiban dan Kewenangan.Khususnya di Indonesia bertitik tolak dari pendapat bahwa tiap negara hukum, sumber kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat. Sementara hukum merupakan perwujudan rasa kesadaran hukum dari rakyat yang didasarkan kepada persamaan derajat dan kedudukan antara warga negara dengan pemerintah atau penguasa.Adapun tugas dan kewenangan warga negera dan pemerintah adalah sebagai berikut :

2.4.1        Tugas dan Kewajiban Warga Negara
1.      menjunjung tinggi dan menaati perundang-undangan yang berlaku.
2.      membayar pajak, bea dan cukai yang dibebankan negara kepadanya.
3.      membela negara dari segala bentuk ancaman, baik yang datang daridalam maupun dari luar negeri.
4.      menyukseskan Pemilu baik sebagai peserta atau petugas penyelenggara.
5.      mendahulukan kepentingan negara/umum dari pada kepentingan pribadi.
6.      melaksanakan tugas dan kewajiban yang dibebankan bangsa dan negara.
7.      kewajiban menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban nasional.
8.      hak untuk mendapat perlindungan atas diri dan harta benda.
9.      hak untuk mendapatkan dan menikmati kesejahteraan negara.
10.  hak untuk mendapatkan dan menikmati hasil pembangunan.
11.  hak untuk dipilih dan memilih dalam pemilu.
12.  hak untuk mengembangkan minat dan kemampuan pribadi tanpa mengganggu kepentingan umum dan sebagainya.

2.4.2        Tugas dan Kewajiban Pemerintah
1.        melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
2.        memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
3.        mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
4.        mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara memelihara keamanan, ketertiban, ketenteraman bangsa dan negara.
5.        menghormati dan melindungi hak asasi warga negara.
6.        menegakkan hukum/perundang-undangan dan keadilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan melaksanakan program pembangunan nasional.
7.        membuat dan mencabut kebijakan demi pelaksanaan pemerintahan negara.
















BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Setelah kita mempelajari makalah ini dapat kita simpulkan bahwa kewarganegaraan merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap warga negara. Ini dikarenakan bahwa dengan pemahaman kewarganegaraan yang baik maka kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi tentram dan jelas. Dan kita sebagai warga negara yang bertanggung jawab terhadap masyarakat, bangsa dan negara hendaknya kita berusaha untuk meningkatkan pengamalan prinsip serta nilai-nilai luhur budaya bangsa terutama memahami manusia yang pada dasarnya memiliki harkat dan martabat yang sama sebagai mahluk ciptaan Tuhan, agar tercipta suatu keadilan dalam kehidupan bernegara.

3.2  Kritik dan Saran
Akhirnya terselesaikannya makalah ini, kami selaku pemakalah menyadari dalam penyusunan makalah ini yang membahas tentang pemahaman pendidikan kewarganegaraan masih jauh dari kesempurnaan baik dari tata cara penulisan dan bahasa yang dipergunakan maupun dari segi penyajian materinya.
Untuk itu kritik dan saran dari pembimbing atau dosen yang terlibat dalam penyusunan makalah ini yang bersifat konstruktif dan bersifat komulatif sangat kami harapkan supaya dalam penugasan makalah yang akan datang lebih baik dan lebih sempurna. Semoga dapat bermanfaat bagi setiap pembacanya. Aamiin.


DAFTAR PUSTAKA
·         Darmadi, Hamid. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. 2012
·         www.google.com


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar